Obesitas

Di masa kini, obesitas dianggap sebagai masalah penting yang wajib dipahami dan dicari tahu penyebabnya. Pasalnya, semakin banyak kasus obesitas yang menyerang kaum muda. Bahkan laporan AWA (American Women’s Association), kasus obesitas yang meningkat dengan cepat yang merupakan penyebab penyakit fatal.

Sedangkan di Indonesia, menurut hasil riset kesehatan dasar atau Riskesdas pada tahun 2018 menunjukkan penduduk dewasa yang berusia 18 tahun ke atas yang mengaami kegemukan atau obesitas di Indonesia meningkat 14,8 % menjadi 21,8 %. hal ini menunjukkan obesitas telah menjadi persoalan serius bagi warga Indonesia.

Banyak faktor penyebab dan alasan obesitas mengancam sejak kaum muda. Yuk cari tahu penyebab obesitas mengancam usia muda!

obesitas
  • Facebook
  • Twitter

Apa yang Dimaksud Obesitas?

Obesitas merupakan kondisi dimana penumpukan lemak dalam tubuh tergolong tinggi sehingga berat badan melebihi batas berat badan ideal. Bila hal ini dibiarkan akan memicu ragam penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Menurut WHO, obesitas merupakan salah satu masalah terbesar di masyarakat yang masih terabaikan saat ini. Ini karena obesitas memiliki risiko dai berbagai macam penyakit.

Penyebab Obesitas

1. Tidak Dapat Mengontrol Makan

Penyebab pertama yang tidak dapat Anda hindari adalah tidak dapat mengontrol konsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi. Apalagi sebagai kaum muda, Anda gemar sekali meng-eksplor makanan-makanan yang sedang trend saat ini. Padahal tanpa disadari makanan dan minuman yang sering Anda konsumsi mengandung kalori tinggi. Makanan dan minuman tersebut antara lain seperti junk food, minuman kemasan, dan makanan berlemak.

tidak dapat mengendalikan makan
  • Facebook
  • Twitter

Kebiasaan tidak dapat mengontrol makanan berkalori tinggi inilah yang akhrnya menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan yang pada akhirnya memicu obesitas.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Tidak bisa dipungkiri bila selama ini kaum muda bergantung dengan ragam teknologi seperti televisi, internet, smartphone, dan lainnya. Semua teknologi tersebut memang memudahkan hidup Anda. Namun, sayangnya terlalu banyak Anda bergantung dengan teknologi justru membuat Anda minim melakukan aktivitas fisik. Misalnya saja kini Anda lebih sering memesan makanan lewat aplikasi online dibandingkan datang langsung ke restoran yang diinginkan, bukan?

kurang aktivitas fisik
  • Facebook
  • Twitter

Padahal minimnya aktivitas fisik yang Anda lakukan juga dapat membuat minimnya proses pembakaran kalori dalam tubuh, lho. Akibatnya, kalori atau lemak akan semakin banyak menumpuk di dalam tubuh.

3. Pola Tidur yang Buruk

Kaum muda tidak pernah lepas dari kebiasaan begadang, Anda juga kan? Ternyata pola tidur yang buruk akibat begadang dapat menyebabkan berat badan semakin meningkat. Menurut riset yang melibatan 21.469 orang dewasa berumur di atas 20 tahun memaparkan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per-malam akan lebih mudah naik berat badan dan dapat mengarah ke obesitas.

pola tidur buruk
  • Facebook
  • Twitter

Para ahli pun menyatakan bahwa perubahan hormonal yang terjadi akibat pola tidur yang buruk ternyata juga mampu meningkatkan nafsu makan. Jadi, bila tidur Anda tidak cukup akibat begadang maka tubuh akan menghasilkan Ghrelin atau hormon merangsang nafsu makan lebih banyak.

4. Merokok dan Minuman Beralkohol

Menjalani gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok serta mengonsumsi minuman berlakohol lebih dari segelas dalam sehari dapat memicu obesitas. Ini karena, merokok dapat menyebabkan menurunnya efektivitas diet Anda. Sedangkan minuman beralkohol mengandung banyak kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh.

minuman beralkohol
  • Facebook
  • Twitter

5. Efek Samping Obat-Obatan

Obat yang dengan atau tanpa resep dokter dapat menyebabkan naiknya berat badan yang memicu obesitas. Beberapa jenis obat yang dianjurkan dapat menimbulkan efek samping seperti meningkatkan nafsu makan dan berkurangmya metabolisme dalam tubuh. Inilah yang menjadi pemicu kenaikan berat badan.

efek samping obat
  • Facebook
  • Twitter

6. Stres

Tanpa Anda sadari, seringnya tingkat stres pada diri sendiri ternyata juga dapat menjadi penyebab obesitas. Walaupun memang ada beberapa kasus dimana mereka yang mengalami stres justru mengalami penurunan berat badan secara drastis akibat dari menurunnya nafsu makan. Namun, cukup banyak pula orang yang justru mengalami hal sebaliknya.

stres
  • Facebook
  • Twitter

Saat stres, banyak orang yang akhirnya melarikan diri dengan mengonsumsi makanan favorit, terutama makanan manis. Ini karena makanan manis dapat meredakan stres dan mengubah mood menjadi lebih baik.

7. Faktor Keturunan atau Genetis

Anak dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas pula dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan ideal. Menurut penelitan, 1 dari 7 orang memiliki gen obesitas yang diturunkan dari orangtuanya.

faktor keturunan
  • Facebook
  • Twitter

Kesimpulan

Melihat beberapa faktor penyebab di atas, ada baiknya mulai sekarang Anda memiliki gaya hidup yang baik dan sehat. Apalagi bila Anda para wanita, kegemukan atau obesitas tentu akan menjadi kekhawatiran tersendiri. Pasalnya, tidak hanya mengganggu penampilan, obesitas juga dapat memicu berbagai macam penyakit kronis (penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah), dan gangguan fungsi reproduksi.

Untuk itu, penting bagi Anda menjaga dan mengontrol berat badan agar tidak mengalami obesitas. Jalani pola hidup sehat seperti istirahat cukup, pola makan sehat, perbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, hindari stres, kurangi rokok dan minuman beralkohol, hentikan konsumsi minuman bergula, ganti cemilan dengan kacang-kacangan, konsumsi suplemen pendamping diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan.

Bicara mengenai suplemen pendamping diet, Anda pun tidak boleh sembarang pilih. Asal-asalan dalam memilih suplemen pendamping diet justru dapat memberikan efek samping yang buruk untuk tubuh. Pilihlah suplemen yang herbal dengan mengandung komposisi alami dan baik untuk tubuh. Herbavit Slimfit adalah jawaban yang tepat.

Dengan terbuat dari 100% ekstrak ramuan alami yang terdiri dari Garcinia Cambogia Fructus, Guazuma Ulmifolia atau daun jati belanda, Murraya Paniculata atau daun kemuning serta Curcuma Domestica Rhizoma atau kunyit membuatnya aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping pada organ tubuh seperti ginjal dan hati. Mutunya yang terjamin karena telah bersertifikat halal dan sudah mendapatkan izin dari BPOM.

Tak hanya mampu membantu menurunkan berat badan, Herbavit Slimfit juga memiliki banyak sekali manfaatnya. Di antaranya, mengurangi nafsu makan dan mencegah rasa lapar tanpa menimbulkan rasa letih di tubuh, menguras dan membuang sisa-sisa makanan dan lemak yang mengendap di dalam tuuh, meningkatkan daya tahan tubuh serta antioksidan.

Dengan begitu banyaknya manfaat, masih ragu mengonsumsi Herbavit Slimfit? Sudah saatnya Anda yang buktikan sendiri kehebatannya. Herbavit Slimfit kini telah tersedia di  banyak marketplace Indonesia.

Dapatkan GRATIS:

DISKON, PROMO, dan tips kesehatan dengan berlangganan newsletter Herbavit.

Terima kasih, Anda telah berlangganan newsletter Herbavit!

Share This